
PODCAST: POLA PIKIR SEDERHANA MEMBAWA KESUKSESAN
Pola pikir sederhana menuju kesuksesan, menurut Emma Seppälä, Direktur Sains di Center for Compassion and Altruism Research and Education, tidak berasal dari ambisi tanpa henti dan kritik diri yang keras, melainkan dari kebahagiaan dan welas asih (self-compassion).
Welas asih adalah alat psikologis yang kuat. Studi menunjukkan bahwa cara kita memperlakukan diri sendiri setelah kegagalan sangat mempengaruhi kinerja kita berikutnya. Merespons kesalahan dengan pemahaman alih-alih kemarahan akan memperkuat kesehatan mental dan ketangguhan, yaitu kemampuan untuk bangkit dari kemunduran.
Welas asih diri terdiri dari tiga komponen:
Dialog batin yang positif: Mengganti kritik diri yang keras dengan pernyataan yang lebih lembut, seperti, “Tadi tidak berjalan baik, tapi setiap orang bisa saja melakukan kesalahan.”
Menyadari kemanusiaan yang kita miliki bersama: Mengakui bahwa semua orang membuat kesalahan dan kita tidak sendirian dalam perjuangan.
Kesadaran penuh: Mengamati emosi yang menyakitkan tanpa terhanyut olehnya.
Untuk mempraktikkannya, Anda bisa mengubah nada bicara terhadap diri sendiri menjadi lebih lembut, menulis surat untuk diri sendiri seolah menghibur teman baik, menggunakan mantra kasih sayang, dan berlatih bersyukur.
Kesuksesan sejati tumbuh dari merawat pikiran dan tubuh. Dengan memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, kita dapat pulih lebih cepat, berpikir lebih jernih, dan bekerja lebih baik. Seppälä juga memperingatkan untuk menghindari jebakan umum seperti terlalu khawatir, terlalu banyak bekerja, dan mengkritik diri sendiri.
