
Cerita Motivasi Dibalik Kesuksesan Perusahaan Honda
Dulu di Jepang ada anak laki laki, tidak pintar, sakit sakitan, tidak ganteng juga. Dikelas, duduknya paling belakang karena takut disuruh maju ke depan oleh Guru
Tiap hari menemani ayahnya di bengkel reparasi mesin pertanian di desa Kamyo distrik Shizuko
Di usia 8 tahun dia mampu mengayuh sepeda sejauh 14 km hanya untuk melihat pesawat terbang.
Usia 15 tahun putus sekolah dan bekerja di bengkel mesin di Hary Shokai Company.
Usia 21 tahun diserahi buka cabang. Karena rajin, bengkelnya maju pesat.
Tapi dia tak puas dan memutuskan jadi wirausaha dengan membuka bengkel sendiri.
Dan memproduksi Ring Piston. Sayang. Toyota menolak karyanya karena dianggap jauh dari standar, dia di bully dan diejek teman temannya.
Dia sedih dan jatuh sakit. Setelah sembuh, dia putuskan kuliah untuk cari ilmu. Namun drop out tidak bisa meneruskan kuliah, dia berusaha dan mencoba dan selalu gagal berkali kali. Tahun 1947, Jepang porak poranda. Hidupnya makin parah, semua dijual untuk kebutuhan sehari hari termasuk mobil kesayangannya dia jual. Dari kondisi inilah titik balik kehidupannya berubah. Dia punya sepeda kayuh satu satunya. Dia pasang motor kecil di sepedanya. Dan tanpa disangka. Sepeda yang ada motor kecil itulah yang merubah hidupnya. Banyak yang mau membeli, akhirnya dia memproduksi banyak hasil karyanya itu. Usahanya berkembang pesat hingga merambah produksi mobil. Dan menggurita di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dia menjadi Founding Father yang melegenda. Dia Soichiro Honda. Pemilik perusahaan Honda dari Jepang. Apa yang dia ucapkan. Tidak ada sukses tanpa perjuangan. Orang hanya melihat saat ini di saat aku berdiri dengan deretan mobil dengan segala kesuksesanku. Ketahuilah, itu cuma 1 persen. Keberhasilanku, 99 persen adalah kegagalanku.
Jarang orang yang mau melihatnya. Orang lebih silau dengan hasil kesuksesan tanpa mau melihat bagaimana kesuksesan itu dibentuk melalui sebuah proses yang berat, susah payah, jatuh bangun, dicaci, diejek, dibully, dikhianati, diremehkan. Sukses butuh semangat dan pantang menyerah.
Once in Japan there was a boy, not smart, sickly, not handsome either. In class, he sat at the back because he was afraid of being told to come forward by the teacher
Every day he accompanied his father at the agricultural machinery repair shop in Kamyo village, Shizuko district
At the age of 8 he was able to ride a bicycle 14 km just to see an airplane.
At the age of 15 he dropped out of school and worked in a machine shop at Hary Shokai Company.
At the age of 21 he was given the task of opening a branch. Because he was diligent, his shop grew rapidly.
But he was not satisfied and decided to become an entrepreneur by opening his own shop.
And producing Piston Rings. Unfortunately. Toyota rejected his work because it was considered far from standard, he was bullied and teased by his friends.
He was sad and fell ill. After recovering, he decided to go to college to seek knowledge. However, dropping out could not continue his studies, he tried and tried and always failed many times. In 1947, Japan was in ruins. His life got worse, everything was sold for daily needs including his beloved car which he sold. From this condition the turning point of his life changed. He had the only pedal bike. He installed a small motor on his bike. And unexpectedly. The bike with the small motor changed his life. Many wanted to buy it, so he finally produced many of his works. His business grew rapidly until it expanded into car production. And it spread throughout the world including Indonesia. He became a legendary Founding Father. He is Soichiro Honda. The owner of the Honda company from Japan. What he said. There is no success without struggle. People only see the moment when I stand with a row of cars with all my success. Know, that's only 1 percent. My success, 99 percent is my failure. Rarely do people want to see it. People are more dazzled by the results of success without wanting to see how that success was formed through a difficult process, hard work, ups and downs, being cursed, mocked, bullied, betrayed, underestimated. Success requires passion and never giving up.
#DuniaBersih
#Kebaikanitukeren
#KindnessIsCool
#Ganjing World
#Influencer
#GJW
#Ganjing World Stories
#GanJing.com
#Indonesiaku
#GJWMotivation
