
Kerusuhan di Kaledonia Baru, Media Prancis: Ada Bayangan Pengaruh PKT di Balik Layar
Kepulauan Kaledonia Baru, wilayah Prancis di Pasifik, mengalami kerusuhan terbesar dalam 30 tahun terakhir yang menyebabkan setidaknya enam orang tewas. Media Prancis mengamati kemungkinan adanya pengaruh dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) di balik kejadian ini.
Kepulauan Kaledonia Baru terletak di antara Australia dan Fiji, dan merupakan salah satu wilayah seberang laut Prancis. Setelah kerusuhan yang terjadi pada 13 Mei, enam orang tewas dan ratusan lainnya terluka. Rencana estafet obor Olimpiade yang semula dijadwalkan pada 18 Mei juga dibatalkan.
Kerusuhan tersebut menyebabkan perusahaan dan mobil terbakar, toko-toko dijarah, dan masyarakat tidak bisa mendapatkan obat-obatan dan makanan. Pada hari Minggu, polisi Prancis mencoba memulihkan ketertiban di wilayah tersebut dengan membersihkan puluhan blokade yang menghubungkan bandara dan jalan utama ibu kota Noumea.
Kerusuhan ini dipicu oleh melemahnya ekonomi, ketegangan rasial, serta sentimen lama yang menentang kekuasaan Prancis. Namun, situs web berbahasa Mandarin Radio Prancis Internasional melaporkan bahwa opini publik menganggap ada "campur tangan asing" dalam kekacauan di Kaledonia Baru. Selain ketegangan dengan Azerbaijan terkait dukungan Prancis terhadap Armenia dalam sengketa teritorial, juga diduga ada pengaruh dari Partai Komunis Tiongkok.
Senator Prancis, Claude Malhuret mengatakan kepada media tersebut bahwa Kaledonia Baru tidak hanya memiliki posisi strategis yang penting tetapi juga merupakan salah satu dari sedikit daerah di dunia yang menghasilkan logam nikel. Bagi Beijing yang berambisi menjadikan Pasifik Selatan sebagai halaman belakangnya, hal ini sangat menggoda. Partai Komunis Tiongkok berharap untuk mengusir Prancis dari Pasifik.
Lebih banyak media Prancis menggunakan istilah "bayangan Tiongkok" atau "hantu Tiongkok" untuk menggambarkan keterkaitan Beijing dengan situasi di Kaledonia Baru.
