
Prediksi Terbukti! Muncul Virus Z0MB1E di Kutub Utara dan Selatan, 10 Kasus Tanda-tanda Abnormal
Pada tahun 2014, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh ahli biologi Prancis Chantal Abergel menemukan virus purba 32.000 tahun yang lalu di lapisan es Siberia. Mereka menyebutnya Pithovirus Sibericum.
Saat itu, penemuan itu seketika membuat geger dunia, karena virus itu berukuran panjang 1,5 mikrometer, adalah virus terbesar yang pernah ditemukan manusia sejauh ini.
Untungnya, ilmuwan Prancis mengatakan penularan virus itu tak berbahaya bagi manusia atau hewan.
Tetapi kasus berikutnya tidak seberuntung itu. Pada tahun 2016, Siberia, yang semula bersuhu rendah sepanjang tahun, tiba-tiba disambut dengan suhu tinggi yang langka.
Awalnya, warga sekitar sangat senang karena sudah lama tidak merasakan hangatnya sinar mentari, namun, kondisinya mulai berubah beberapa hari kemudian. Pasalnya, sebuah distrik otonom bernama Yamalo-Nenets tiba-tiba melaporkan kematian sejumlah besar rusa.
Hanya dalam beberapa hari, jumlah rusa yang mati di daerah itu meningkat menjadi lebih dari 2.300, bahkan ada laporan 72 orang dilarikan ke rumah sakit karena sebab yang tidak diketahui.
Meskipun beberapa orang mulai merasa ada yang tidak beres ketika itu, namun, tidak ada yang mengambil tindakan positif.
Sampai setelah seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun meninggal, pemerintah Rusia baru mulai menanggapi masalah ini dengan serius.
Rusia yang lambat merespons masalah itu, mengirim tim peneliti ke daerah setempat untuk mengambil sampel.
Beberapa hari kemudian, ketika hasil tes keluar, ekspresi para ahli pun seketika berubah, karena dalam sampel ini mereka menemukan Bacillus Anthracis, yaitu semacam penyakit yang sangat menular, dan dapat menginfeksi hewan herbivora seperti sapi, domba, rusa dan sejenisnya.
Bagi manusia, ketika mengonsumsi daging setengah matang juga akan terinfeksi. Dan begitu terinfeksi, kulit penderita pertama-tama akan tampak melepuh, kemudian kulit kehilangan fungsi perasanya, atau dalam kondisi nekrosis.
Yang lebih mengerikan lagi, angka kematian akibat penyakit ini mencapai lebih dari 25%. Saat itu, para elite pimpinan yang merasa ada yang tidak beres segera memerintahkan seluruh wilayah Siberia untuk memasuki keadaan darurat.
#viruszombie
#virus
#zombie
#mataketiga
