Wawancara Eksklusif Dr. Nur Rachmat Yuliantoro: Indonesia Jangan Sampai Tergantung pada China

Wawancara Eksklusif Dr. Nur Rachmat Yuliantoro: Indonesia Jangan Sampai Tergantung pada China

N
NTD Indonesia
166 Tayangan video·17 Des 2023  #china #tiongkok #pilpres2024

Wartawan kami berbicara dengan pemerhati Tiongkok, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fisipol UGM Yogyakarta, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro melalui wawancara online, untuk membahas hal ini.

[APAKAH KERJASAMA INDONESIA-CHINA DI PROYEK BRI ADALAH PERGESERAN ARAH KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA?]

[Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fisipol UGM]
"Saya kira ini bukan pergeseran tapi lebih pada bagaimana Indonesia berusaha untuk menyeimbangkan kepentingan-kepentingan nasionalnya di bidang ekonomi, dengan mungkin kepentingan di bidang pertahanan keamanan. Banyak pengamat, banyak penulis yang mengatakan bahwa untuk urusan ekonomi belakangan ini Indonesia lebih dekat dengan Tiongkok, dengan China, tetapi untuk urusan pertahanan keamanan, Indonesia tidak bisa meninggalkan Amerika Serikat. Jadi menurut saya ini bukan soal pergeseran mana yg lebih penting, mana yg ditinggalkan gitu, tetapi ini lebih pada upaya, lagi-lagi Indonesia berupaya untuk mendapatkan kepentingan nasional sebanyak-banyaknya dengan berusaha untuk menjalin hubungan yang dekat dengan baik dengan Tiongkok maupun Amerika Serikat."

[MENURUT ANDA, BAGAIMANA BAIKNYA INDONESIA MENYIKAPI BANTUAN BELT AND ROAD INNITIATIVE DARI CHINA INI?]

[Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fisipol UGM]
"Kita sangat senang saya kira mendapat bantuan dari Tiongkok dalam konteks Belt and Road Innitiative. Walaupun harus dicatat juga bahwa tentu bantuan itu tidak datang dengan gratis, karena tidak ada makan siang yang gratis. Jadi kita harus juga berhati-hati. Nah catatan yang kedua itu disitu. Jadi kita senang mendapatkan bantuan, kita mungkin berterima kasih kepada pemerintah Tiongkok, tapi kita juga harus berhati-hati jangan sampai kemudian bantuan yang diberikan atau investasi besar Tiongkok di Indonesia, jangan sampai itu semua membuat kita secara ekonomi tergantung pada China, pada Tiongkok. Karena kalau itu sudah sampai pada tahap itu, itu tentu berbahaya bagi kedaulatan kita, khususnya kedaulatan ekonomi kita."

[MENYIKAPI SEJUMLAH NEGARA LAIN YANG TELAH MENARIK DIRI DARI PROYEK BRI CHINA, BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA?]

Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fisipol UGM]
"Kita juga mempertimbangkan faktor geopolitik seperti yang tadi disampaikan. Kalau ada negara-negara yg kemudian menarik diri dari perjanjian sebelumnya tentang Belt & Road Initiative seperti Italia yang sekarang yang menarik diri, itu saya kira juga tidak lepas dari gejolak politik domestik di negara tersebut, dan juga gelombang, saya menyebutnya gelombang kekhawatiran terhadap kebangkitan China yang meluas di Eropa. Jadi kalau kita melihat kepada hubungan internasional di Eropa pada hari-hari ini, kita bisa melihat salah satu isu yang sering kali disampaikan oleh para politisi Eropa adalah kita semua harus berhati-hati dengan China, jangan sampai kemudian kita tergantung pada China dan lain sebagainya, nah narasi inilah yang kemudian, saya kira, membuat Italia akhirnya memutuskan untuk keluar dari BRI. Narasi yang serupa juga bisa kita temukan dalam konteks yang lebih dekat dengan kita yaitu di kawasan Asia Tenggara, Filipina misalnya juga, sudah berkali-kali pemimpinnya menyatakan bahwa kita harus berhati-hati dengan Tiongkok, berhati-hati dengan China. Jadi saya kira itu hal yang wajar saja dalam konteks hubungan internasional."

[MENJELANG PEMILU 2024, APAKAH MENURUT ANDA AKAN ADA PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI TERHADAP TIONGKOK DENGAN PRESIDEN BARU?]

[Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fisipol UGM]
"Nah kalaupun nanti ada perubahan, saya kira nanti perubahannya akan sangat tergantung kepada hasil pemilihan presiden bulan Februari 2024, kandidat mana yang mana yang nanti akan memiliki prospek lebih besar untuk meneruskan hubungan Indonesia dengan Tiongkok seperti sekarang ini, atau kandidat mana juga yang mungkin akan lebih berhati-hati, lebih bijak mengevaluasi kerjasama dengan Tiongkok sebelum kemudian meneruskan kerjasama tersebut."

#china #tiongkok #pilpres2024 #beltandroadinitiative #obor #kerjasamachina #nurrachmatyuliantoro #universitasgadjahmada #yogyakarta #kebijakanluarnegeri