
Kitab Tiongkok Kuno Berusia Ribuan Tahun Ini Berasal dari Peradaban Super yang Lenyap!
Di pertengahan abad ke-19, seorang sarjana Inggris bernama James Churchward aktif di Angkatan Darat Inggris di India. James sangat tertarik dengan budaya misterius India, dan bersahabat dengan beberapa sarjana lokal. Di antara lingkaran pertemanan barunya, seorang biksu agung menunjukkan kepadanya sebuah lempengan tanah liat, peninggalan dari zaman kuno. Tablet tanah liat itu diukir dengan karakter simbolik aneh yang disebut Nakamaya. Hanya dua sarjana di India saat itu yang memahami teks ini. Dan kebetulan biksu agung ini adalah salah satunya.
James mempelajari teks ini dari biksu agung tersebut. Salah satu kata di tablet tanah liat membangkitkan rasa ingin tahu James. Dua kata tersebut ditulis dalam bahasa Inggris sebagai MU, yang diucapkan sebagai kata Mu. Dari catatan terputus-putus pada tablet tanah liat itu, James tahu bahwa Mu adalah nama sebuah benua prasejarah. Lalu, di mana benua ini? Selama lebih dari 50 tahun kemudian, satu-satunya yang dilakukan James adalah mencari tahu apa sebenarnya yang tertulis di lempengan tanah liat ini, karena cerita di tablet tanah liat itu terputus-putus. James bertekad untuk mencari tahu cerita selengkapnya. Jadi, dia mengunjungi negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti Myanmar dan melakukan perjalanan ke Kepulauan Pasifik, hingga akhirnya dia menemukan catatan tablet suku bangsa Maya di Meksiko, Amerika Tengah.
#mataketiga
#misteri
#pencerahan
