"GULA" Pembunuh dalam Senyap Paling Manis, Disukai Banyak Orang, Picu Berbagai Penyakit, Mengapa..?

"GULA" Pembunuh dalam Senyap Paling Manis, Disukai Banyak Orang, Picu Berbagai Penyakit, Mengapa..?

M
Mata Ketiga
137 Tayangan video·7 Feb 2023

Puluhan tahun lalu, seorang guru biokimia pernah menceritakan sebuah kisah tentang hantu. Ia mengatakan bahwa gula rafinasi atau gula kristal putih dalam makanan jauh lebih beracun daripada alkohol. Alkohol akan meresap ke otak, kemudian membuat Anda pusing, mata berkunang-kunang, membuat Anda seakan dibius. Pada saat itu, otak akan segera memberitahu Anda untuk berhenti mengonsumsi racun ini, dan akan merangsang mekanisme mual untuk memuntahkan racun-racun ini.
Karakter alkohol itu berbeda dengan gula. Gula tidak meresap ke otak, tapi gula akan menipu otak, memberi tahu otak tubuh terasa nyaman, saat itu gula darah pun melonjak, dan segera memerintahkan untuk makan sepuasnya.
Menghadapi gula darah yang melonjak, tubuh pun kehilangan kendali. Saat seperti ini, insulin akan segera bekerja keras untuk menurunkan gula darah. Tubuh mulai terasa lelah, sementara gula terus menipu otak, sehingga memicu adrenalin turut bekerja. Otak kembali bergairah, gula darah juga kembali melonjak, pulau-pulau pankreas kembali tak terkenali, dan terus berulang seperti ini. Anda akan melihat anak-anak menangis merengek minta makanan manis seperti permen, gula.
Ini karena otaknya belum sepenuhnya berkembang, tidak mampu mengendalikan perubahan emosi yang tidak menentu ini. Sementara itu, bisakah orang dewasa menghadapi emosional yang menentu ini dengan tenang?