#dermawan

#duniabersih

#gosip

#kaya

#kebaikanitukeren

#membenci

#menyesal

#pelit

#penjahit

#prasangka

#sedekah

#tua

Penjahit Tua Kaya yang Pelit

Ada seorang penjahit tua yang tinggal di sebuah desa kecil. Dia dikenal sebagai penjahit yang biasa membuat pakaian dengan kualitas tinggi, bagus dan indah. 

Penjahit itu menjual hasil jahitannya kepada orang-orang kaya di daerah tersebut dengan harga yang mahal.

Suatu hari, seorang pria miskin dari desa datang kepadanya dan berkata kepada si penjahit: “Anda menghasilkan banyak uang dari pekerjaan Anda, lalu mengapa Anda tidak membantu orang miskin di desa?”

Lihatlah penjual daging di desa yang tidak punya banyak uang, tetapi setiap hari membagikan daging kepada orang miskin.

Penjahit itu tidak menjawab pertanyaan pria miskin tersebut dan hanya tersenyum ramah.

Orang miskin itu keluar dari tempat penjahit itu dan lalu menyebarkan gosip kepada penduduk di desa, bahwa penjahit tua itu kaya tetapi sangat pelit, sehingga penduduk desa mulai membenci penjahit itu.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, si penjahit tua jatuh sakit dan tidak ada penduduk desa yang peduli dan membantunya.

Akhirnya setelah beberapa hari kemudian,  si penjahit tua itu pun meninggal dunia.

Hari-hari berlalu dan orang-orang desa mulai menyadari bahwa tukang daging tidak lagi mengirimkan daging gratis kepada orang-orang miskin.

Dan ketika mereka bertanya kepada si penjual daging, si penjual daging berkata bahwa selama ini si penjahit tua secara rutin membeli daging darinya, dan memintanya untuk membagikan kepada orang miskin, setelah si penjahit tua meninggal, maka berhenti juga sedekah darinya.

Mendengar hal ini, orang-orang desa sangat menyesal karena telah berprasangka buruk pada si penjahit tua yang ternyata sangat dermawan.

Hati-hati dengan gosip yang beredar, karena apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar belum tentu benar.

Jangan menilai seseorang secara permukaan dari apa yang kita lihat darinya, karena dia mungkin memiliki hal-hal baik dalam hidupnya, yang kita tidak mengetahuinya. Mari, kita belajar untuk berpikiran positif kepada orang lain.